6 Tips Komunikasi Nonverbal untuk Wawancara Kerja yang Luar Biasa

Komunikasi nonverbal sering merupakan aspek yang diabaikan di antara banyak kandidat yang mempersiapkan wawancara kerja. Menerima panggilan untuk wawancara kerja membawa orang lebih dekat ke tujuan seseorang. Namun, langkah selanjutnya dalam proses ini harus ditangani dengan sangat hati-hati. Komunikasi nonverbal yang efektif menambah peluang keberhasilan seseorang dalam seleksi. Berikut ini beberapa kiat untuk meningkatkan komunikasi nonverbal Anda.

1-Dressing untuk Sukses:

Baik atau buruk, saus Anda memainkan peran penting dalam membuat kesan pertama Anda. Tegasnya, jangan mengikuti tren mode tetapi pilihlah yang layak berpakaian. Warna gaun memberikan dampak yang kuat, pilih warna netral namun anggun seperti biru, abu-abu atau hitam untuk setelannya. Warna yang paling banyak diterima untuk kemeja putih dan biru muda. Gaya rambut tidak boleh terlalu formal atau terlalu santai. Dapatkan sepatu hitam mengkilat dan hindari menyembuhkan. Hindari berlebihan dengan parfum.

2-Kelola Bahasa Tubuh Anda:

Jaga pikiran dan tubuh Anda waspada selama wawancara dan tetap tenang sambil menunggu giliran Anda. Jangan pernah pingsan atau mulai menggunakan telepon. Bersikap penuh perhatian dan memiliki ketenangan profesional. Jangan menyilangkan kaki Anda atau goyangkan kaki Anda selama wawancara. Jangan tawarkan untuk berjabat tangan kecuali jika pewawancara menawarkannya kepada Anda.

3-Be Bersemangat agak putus asa:

Ekspresi wajah Anda menyampaikan pikiran Anda dalam kata-kata Anda. Tunjukkan minat dan antusiasme Anda dalam pekerjaan. Percayalah bahwa Anda dapat melakukan pekerjaan itu dan menguntungkan perusahaan. Sikap mental positif harus tercermin dalam setiap gerakan selama wawancara.

Kontak 4 Mata:

Pastikan bahwa mata Anda sering kontak dengan pewawancara. Hindari melihat sekeliling ruangan atau melihat ke lantai atau atap. Ini menunjukkan kurangnya kepercayaan diri atau minat dalam percakapan. Perhatikan petunjuk nonverbal yang diberikan oleh pewawancara jika ia tampak terganggu atau bosan mencoba untuk memilih kata atau topik yang lebih tepat.

5-Datang Disiapkan:

Bawa semua yang perlu Anda bawa untuk wawancara. Simpan dokumen yang diperlukan Anda diatur dalam file dengan benar. Hindari meletakkannya di saku Anda, tas atau di beberapa amplop yang sudah usang. Barang-barang Anda juga memainkan peran penting dalam komunikasi nonverbal. Hal penting yang hilang dalam berkas dapat berkontribusi pada pengurangan poin.

Komunikasi 6-Nonverbal di Akhir Wawancara

Berakhirnya wawancara tentu saja merupakan momen paling penting dalam konteks ini. Sering kali, sikap calon, pada akhirnya, cukup untuk menganalisis jika Anda akan dipilih. Berhati-hatilah dengan pesan nonverbal yang Anda sampaikan pada akhirnya. Jangan terburu-buru. Bayar salam perpisahan dengan ucapan terima kasih, berikan senyum ke seluruh panel dan tinggalkan ruangan dengan percaya diri.

Komunikasi nonverbal berbicara lebih keras daripada komunikasi verbal. Rencanakan dan persiapkan dengan baik untuk wawancara. Berlatih di depan cermin. Merekam video bisa sangat berguna dalam persiapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *